Rabu, 11 September 2019

Teruntuk Sebuah Jiwa…


Dear Nendi,
Kemarilah.. saya ingin bercerita…
Cerita ini tak beralur. Tak pula menyediakan detil yang lengkap. Tapi kamu baca saja ya.

Hari ini saya kembali berjalan ke sudut itu.
Tak ada yang baru di sudut itu. Masih sama. Cenderung memburuk. Kembali tak sesuai dengan impian saya. Tapi saya tetap harus kembali ke situ.
Kenapa? Saya juga tak begitu paham. Yang saya pahami, saya harus ke sudut itu.

Kemudian, saya bertemu orang itu. Sosok yang memberi saya sedikit pencerahan. Saya tak pernah berharap sambutannya berubah. Biar saja seperti itu. Saya cuma memahami bahwa saya harus bertemu dengannya.

Tahukah kamu, Nendi?
Akhir-akhir ini saya selalu menikmati masa-masa menyendiri.
Semacam menjaga diri agar tak terlalu banyak bersentuhan dengan jiwa lain. Menurut saya, sebagian besar mereka hanya membawa raganya saja. Jiwanya mereka tinggalkan di tempat lain. Mungkin saya juga sama. Hanya membawa raga tanpa jiwa. Yang saya pahami, saya sudah tak lagi mengijinkan jiwa saya disentuh oleh raga-raga tak berjiwa itu.

Sekali waktu saya merasakan jiwa ini ternyata kembali mampu bersentuhan dengan jiwa lain. Ada keterikatan yang sulit dijelaskan. Belakangan saya sadari itu adalah sebuah kesalahan. Jiwa ini baiknya memang tak lagi bersentuhan dengan yang lain. Yang saya pahami, jiwa ini tak layak lagi bersentuhan dengan mereka. Ternyata bukan mereka raga tak berjiwa itu. Tapi itu adalah saya.

Kamu juga mungkin sudah tahu ini Nendi,
Selama ini kita memahami bahwa kita hidup dengan impian dan harapan. Naif memang. Karena sebagian dari jiwa yang sempat bersentuhan dengan saya berkata, jangankan impian, harapan saja sudah sulit ditemukan-diperjuangkan saat ini.

Sekali waktu saya sempatkan berjalan di sudut lain. Disana saya temukan seorang yang membawa raga dan jiwanya secara penuh dan tegas. Raganya sungguh tak elok. Miris melihatnya. Tapi jiwa yang dibawanya mampu menghentak dan meruntuhkan imajinasi ini saat lisannya kutemukan bergumam:
Nanti pasti Engkau berikan bagianku, kan?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar