Beranjak sedikit dewasa, saya mengenal Nilai sebagai sesuatu dalam satuan Mata Uang. Apalagi saat saya kuliah di kampus STAN, saya makin akrab dengan mengenal Nilai sebagai 'Rupiah' dari sisi Ekonomi dan Keuangan. Mulai dari mendefinisikan kegiatan ke dalam Rupiah, merencanakan kebutuhan tahunan ke dalam Rupiah, hingga menjadikan Rupiah sebagai faktor utama menentukan skala pembangunan dan pertumbuhan.
Dalam keseharian, tak jarang saya menemukan hal lain yang pada akhirnya saya menganggapnya sebagai Nilai dalam sudut pandang berbeda. Saya sudah mencoba mengelompokkannya menjadi beberapa Nilai. Misalnya saja Nilai Kemanusiaan, Nilai Kesopanan, Nilai Keharmonisan. Nilai lainnya... saya sudah tak mampu menjabarkannya lagi. Kemudian saya berpikir, untuk penjabaran nilai-nilai ini kenapa tak bisa sama sekali diwujudkan dalam angka-angka sebagaimana di sekolah ataupun dalam dunia ekonomi/keuangan ya?
Di masa sekolah, Nilai yang saya dapatkan adalah hasil dari pengulangan pelajaran yang dijadikan dalam soal-soal Ulangan. Adapun guru yang memberi nilai hanyalah perantara yang mendefinisikan hasil pengulangan itu.
Ketika membahas ekonomi dan keuangan, Nilai Rupiah selalu bisa ditemukan dengan berbagai metode dan standar yang telah umum digunakan. Setuju atau tidak, Nilai Rupiah semakin menjadi Satuan Riil dalam mendefinisikan pembangunan dan pertumbuhan.
Namun dalam keseharian, mengapa sesulit itu saya mencipta nilai? Menjabarkannya saja masih belum mampu.
Atau...
Seharusnya saya yang memberi Nilai?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar