Oleh : Isnendi Yakub – STAN ‘09
Second Chance a.k.a Kesempatan Kedua.. Banyak sekali
orang yang mengatakan bahwa hal ini adalah langka. Bahkan mungkin mustahil
didapatkan.
Orang bijak lain mengatakan bahwa orang sukses adalah
orang-orang yang memanfaatkan semaksimal mungkin segala macam kesempatan
pertama yang datang padanya. Mereka menyebutnya, “Kesempatan Pertama takkan
datang untuk kedua kalinya”.
First Step.
First
Impression.
Love at the
First Sight.
Tiga hal ini mungkin yang sering dipikirkan oleh
sebagian besar orang, guna mendapatkan sesuatu sebagai titian awal perjalanan
menuju kesuksesan.
First Step. Sebuah lelucon yang sering
saya dengar mengatakan, ‘Belajar itu gampang, yang susah itu mengawali
belajarnya’.
First Impression. Sebuah kata-kata motivator
yang sering saya dengar ketika akan memasuki sebuah dunia baru, entah itu dunia
sekolah, perkuliahan, pekerjaan, atau dunia lain yang benar-benar baru bagi
saya. Intinya, kesan pertama itu penting dalam mengawali segala hal yang baru.
Dalam hal ini, kesan yang baik tentunya.
Love at the First Sight. Sebuah kata-kata klasik yang
seringkali kita dengar dari cerita-cerita percintaan, atau pada iklan-iklan kosmetika
hingga pasta gigi yang menggambarkan betapa mudahnya seseorang jatuh cinta pada
pandangan pertama. Kok bisa, jatuh cinta hanya dengan melihat di pandangan
pertama ya? Hehehe..
Lalu bagaimana dengan orang-orang yang gagal pada
kesempatan pertama? Apakah mereka langsung dapat dikatakan akan gagal pada
langkah-langkah selanjutnya di bidang kehidupannya itu?
Apakah orang-orang yang gagal memulai belajar berarti
akan gagal selamanya?
Apakah orang-orang yang terlalu ‘biasa’ pada kesan
pertama tidak akan mendapatkan kebaikan di bidang yang ia pilih?
Atau mungkin, apakah orang-orang yang terlalu tidak
peduli pada pandangan pertama akan kehilangan cinta sejatinya?
Bukankah kegagalan hanyalah sebuah pembelajaran untuk
meraih kesuksesan?
Bukankah Thomas Alva Edison
pun baru berhasil setelah 999 kali gagal, dan ia gagal di kesempatan pertama?
Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sengaja
menunggu kesempatan kedua untuk datang padanya? Yang menyesal ataupun tidak
menyesal atas kegagalannya di kesempatan pertama?
Bukankah Tuhan pun memberikan kesempatan yang begitu
banyak pada hamba-Nya yang (masih)
mau berusaha? (-tidak hanya di kesempatan
pertama-)
Bukankah sukses itu tidak hanya pada hasil yang
dicapai, tapi lebih kepada bagaimana hasil itu dicapai? Dan sebuah proses itu,
tidak hanya terjadi pada kesempatan pertama?
Bukankah Trial
and Error adalah cara untuk mencapai kesuksesan?
Bila dijabarkan secara lebih lanjut, tentu akan
semakin banyak pertanyaan yang akan muncul. Karena saya adalah korban dari
Kegagalan di Kesempatan Pertama, yang sedang mencoba peruntungan di Kesempatan
Kedua. Hehehe..
Bagaimana dengan Anda?
Sukseskah Kesempatan Pertama Anda?
Adakah dari Anda sekalian yang juga korban Kegagalan
di Kesempatan Pertama seperti saya?
Bagaimana cara Anda memanfaatkan Kesempatan Pertama
Anda?
Bagaimana cara Anda memaksimalkan Kesempatan Kedua
Anda?
“Terima Kasih
untuk orang-orang hebat yang telah memberi saya Kesempatan Kedua.”
(S. M. A.)

gw jadi mahasiswa stan pas udah 3 kali ngikut USM nen.. intinya kalo lo niat, "tarung sampai habis,menang atau mati" :)
BalasHapusaduuh... Gak bs gw like ya komen lo tel..
BalasHapus*dikira fb
hahaha,
but,I really like ur statement bro!