Oleh : Isnendi Yakub – STAN ‘09
Hari ini, hari pertama kami menghadapi UTS terakhir
kami di kampus ini. Ya, UTS terakhir yang kami lalui di semester akhir kami,
semester 6. Mata kuliah yang diujikan mungkin sedikit unik jika dibanding
dengan kampus-kampus lainnya, Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian, atau
sering kami sebut KSPK.
Secara detail, sebenarnya saya kurang begitu
perhatian dengan mata kuliah ini. Entah karena apa, tapi saya lebih senang
menganggap penyebabnya adalah kami hanya akan akrab dengan mata kuliah ini
maksimal 2 bulan saja. Pemadatan jadwal yang biasanya 8 kali tatap muka per
mata kuliah selama 8 minggu dipangkas menjadi hanya 4 minggu untuk 8 kali tatap
muka. Jadi, tiap minggunya kami bertemu dengan mata kuliah ini untuk hitungan 2
kali tatap muka sekali pertemuan selama 4 sks. KSPK ini sendiri mungkin kalau
di SMA bisa disamakan dengan mata pelajaran Bimbingan Konseling atau
semacamnya, yang bersifat membangun karakter, terutama bagi kami yang akan
segera bertemu dengan suasana kerja birokrat yang (katanya) sangat kaku.
Ya, itu sekilas saja tentang KSPK.
Akhirnya pun bertemu mata kuliah ini di hari pertama
UTS. Tak usah membahas bagaimana sulitnya atau kurangnya waktu yang saya
rasakan saat ujian berlangsung, tapi ada hal lain yang lebih tertanam dalam
memori otak saya yang sebatas ini saja.
Pagi sebelum ujian KSPK itu saya dengan iseng
mengirim SMS random yang isinya ‘Baca KSPK ini Inspiratif, tapi jadi Destruktif
kalo inget bagian mana yang bakal keluar di Essay’.
Tidak usah membahas tentang sisi destruktifnya lah
ya, maklum lah namanya juga mahasiswa yang maunya serba instan, belajarnya
sedikit tapi doanya banyak, doa semoga yang sedikit itu yang pas keluar di
soal. Hahaha..
Lalu apa yang inspiratif? Hmmm... sesuai dengan
tujuan mata kuliah ini yakni membangun karakter para calon birokrat, ada salah
satu Bab yang membahas khusus tentang Sukses. Makna Suksesn Sejati dibanding
dengan makna Sukses yang telah lama menjadi tolok ukur masyarakat luas.
Sukses Sejati dikatakan memiliki 5 indikator utama,
yakni Keseimbangan Hidup, Bermanfaat Bagi Orang Lain, Proses yang Konsisten
Untuk Mencapai Cita-Cita, Menikmati Kemenangan-Kemenangan, dan Akhir yang Baik.
Dari kelima indikator itu, entah kenapa saya sangat
concern kepada hal keempat, yakni Sukses adalah Menikmati Kemenangan-Kemenangan
Kecil. Kenapa kemenangan kecil? Bukankah orang dipandang sukses ketika ia sudah
mencapai sebuah capaian yang tinggi? Semisal kemenangan di tingkat kampus,
kota, propinsi, nasional, atau bahkan dunia yang diakui?
Saya mencoba memahami hal ini, bahkan lebih dalam
dibanding hal lain di mata kuliah ini. Hehehe..
Betapa tidak, di luar sana banyak sekali orang-orang
yang menganggap “kamu belum sukses” dengan berbagai alasan, seperti “kamu tidak
lebih sukses dari saya” atau yang paling ekstrem menurut saya adalah ketika
seseorang berkata “mana pergerakanmu? Kok Statis aja kayaknya”. Sebuah
judgement memang selalu destruktif, tapi kenapa kita tidak menikmati saja
saat-saat seperti itu? Seseorang terkadang terlalu menganggap suatu hal sebagai
beban, padahal mungkin bila kita siap menikmatinya, hal itu akan menjadi banyak
pelajaran bagi kita.
Kembali ke “Menikmati Kemenangan-Kemenangan Kecil”.
Sebagai kaum muda, maka tidaklah salah bila kita hanya menggapai hal-hal kecil
dalam hidup kita. Anggap saja sedang menikmati hidup sembari mensyukuri apa
yang telah kita capai. Memang, di luar sana sekarang sudah banyak sekali kaum
muda yang membuktikan dirinya mampu sukses dan diakui hingga tingkat dunia,
tapi saya yakin, mereka-mereka itu dahulunya adalah orang-orang yang menikmati
setiap tahapan yang mengantar mereka menuju kesuksesan itu. Bukankah sesuatu
yang besar juga dimulai dari tahapan-tahapan kecil yang membuatnya menjadi
besar?
Sebuah teori lain mengatakan bahwa, orang-orang
sukses adalah orang yang mampu membagi pengalaman suksesnya bersama orang-orang
terdekatnya. Saya yakin, teman-teman yang membaca tulisan ini punya orang-orang
terdekat ‘kan? Entah itu keluarga, teman, sahabat, atau pun pacar. Dan pasti
sudah sangat sering menikmati kesuksesan bersama mereka ‘kan? Itulah tahapan
Sukses Sejati yang sedang dipupuk untuk sebuah Kesuksesan Besar dalam hidup
teman-teman semua.
Ya, saya paham sekali bentuk tulisan ini tidak
sepenuhnya mampu menggambarkan apa yang saya maksud dengan “Menikmati
Kemenangan-Kemenangan Kecil”, atau mungkin tidak jelas apa inti yang ingin saya
sampaikan, tapi setidaknya saya ingin
menyampaikan hal yang menurut saya adalah baik.
Untuk teman-teman sekalian yang sempat membaca
tulisan ini, nikmatilah setiap kemenangan kalian. Hal-hal kecil dalam berbagai
bidang kehidupan yang nantinya akan menjadikanmu manusia besar yang kaya akan
pengalaman dan koleksi kemenangan-kemenangan kecil yang bisa dinikmati ceritanya
oleh orang lain.
“Nikmati semua
fase dalam kehidupanmu”
“Nikmati segala judgement negatif yang tertuju
kepadamu”
“Nikmati semua kemenangan-kemenangan kecilmu bersama
orang-orang terdekatmu”
“Nikmatilah hidupmu, apa adanya”
Semoga kesuksesan yang akan kita raih kelak tidak
hanya berdasar pada 3K yang paling sering diagung-agungkan orang, yakni
Kekayaan, Ketenaran, dan Kedudukan.
Selamat sukses di bidang kehidupan yang kalian pilih!
Selamat menjadi orang yang memberi manfaat bagi orang
lain!
Selamat menyusun sesuatu untuk menjadi akhir yang
baik!
Karena terkadang, akhir itu lebih baik daripada awal.
J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar