Oleh : Isnendi Yakub : STAN ‘09
Inilah aku, seorang pegawai yang berdedikasi dan siap
mengabdi untuk negeri..
Pegawai yang mengagungkan pengabdian, demi makmurnya
negeri..
Namun kemudian waktu menghadapkanku pada suatu
posisi, di mana sebuah pengabdian tanpa pengakuan membuatku lupa diri..
Pengabdianku seakan tiada berarti
Hingga akhirnya kurelakan dedikasiku, demi sebuah
pengakuan sejati..
Naikkanlah gaji kami!
(Inikah arti dedikasi?)
Lihatlah aku, wahai kalian pejabat yang mengaku
bermoralitas!
Pekerjaanku selalu kukerjakan dengan penuh
profesionalitas..
Segala tindak tandukku menunjukkan betapa aku adalah
pegawai berintegritas..
“..dan hal-hal lain yang berkaitan dengan tugas..”
Sebuah ayat penyelaras bagi sebuah tugas, yang menampakkan
peraturan yang tidak tegas
Membuatku terjebak dalam tidak profesionalnya pejabat
memberikanku tugas
Tanpa niat dan tak sadar, karier koruptifku pun mulai
meretas...
(Integritas yang terjebak atau dijebak?)
Hey kawan..
Cukuplah aku yang menjilat ludahku sendirian
Kebodohanku yang terjebak dalam kata-kata yang
mengagungkan kemuliaan
Sebuah pengabdian tak berpengakuan, berujung pada
perilaku mengemis kenaikan tunjangan
Tindakan integritas tak berpengalaman, berakhir
penjebakan dalam komunitas koruptif pejabat-pejabat penghuni lembah kehinaan
Mereka menamakannya, “Mengabdi Pada Negeri sebagai
Pegawai yang Berintegritas”
Sebuah kalimat mulia..
Sebuah pengharapan..
Sebuah cita-cita..
Namun kini, aku hanya ingin menjadi makhluk egois
Tak peduli seberapa besar pengakuan mereka
terhadapku!
Tak peduli siapa mereka yang memerintahku!
Tak peduli seberapa tinggi ancaman pengucilan mereka
terhadapku!
Yang aku tahu...
Aku hanya tak ingin mengotori tanganku dengan
menyentuh meja-meja busuk itu
Aku hanya tak sudi mendekati mereka yang mengajakku
berbuat itu
Aku hanya tak rela tubuhku dimasuki sesuatu yang
bukan hakku
Aku hanya tak mau rengekan-rengekan pengakuan atas
pengabdian itu tersuarakan dari lisanku
Aku hanya ingin egois, untuk diriku sendiri.. dan untuk
negeri yang telah memberiku ruang untuk hidup tenteram selalu..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar