Senin, 16 April 2012

AKU HANYA INGIN EGOIS...



Oleh : Isnendi Yakub : STAN ‘09

Inilah aku, seorang pegawai yang berdedikasi dan siap mengabdi untuk negeri..
Pegawai yang mengagungkan pengabdian, demi makmurnya negeri..
Namun kemudian waktu menghadapkanku pada suatu posisi, di mana sebuah pengabdian tanpa pengakuan membuatku lupa diri..
Pengabdianku seakan tiada berarti
Hingga akhirnya kurelakan dedikasiku, demi sebuah pengakuan sejati..
Naikkanlah gaji kami!
(Inikah arti dedikasi?)

Lihatlah aku, wahai kalian pejabat yang mengaku bermoralitas!
Pekerjaanku selalu kukerjakan dengan penuh profesionalitas..
Segala tindak tandukku menunjukkan betapa aku adalah pegawai berintegritas..
“..dan hal-hal lain yang berkaitan dengan tugas..”
Sebuah ayat penyelaras bagi sebuah tugas, yang menampakkan peraturan yang tidak tegas
Membuatku terjebak dalam tidak profesionalnya pejabat memberikanku tugas
Tanpa niat dan tak sadar, karier koruptifku pun mulai meretas...
(Integritas yang terjebak atau dijebak?)

Hey kawan..
Cukuplah aku yang menjilat ludahku sendirian
Kebodohanku yang terjebak dalam kata-kata yang mengagungkan kemuliaan
Sebuah pengabdian tak berpengakuan, berujung pada perilaku mengemis kenaikan tunjangan
Tindakan integritas tak berpengalaman, berakhir penjebakan dalam komunitas koruptif pejabat-pejabat penghuni lembah kehinaan

Mereka menamakannya, “Mengabdi Pada Negeri sebagai Pegawai yang Berintegritas”
Sebuah kalimat mulia..
Sebuah pengharapan..
Sebuah cita-cita..

Namun kini, aku hanya ingin menjadi makhluk egois
Tak peduli seberapa besar pengakuan mereka terhadapku!
Tak peduli siapa mereka yang memerintahku!
Tak peduli seberapa tinggi ancaman pengucilan mereka terhadapku!
Yang aku tahu...
Aku hanya tak ingin mengotori tanganku dengan menyentuh meja-meja busuk itu
Aku hanya tak sudi mendekati mereka yang mengajakku berbuat itu
Aku hanya tak rela tubuhku dimasuki sesuatu yang bukan hakku
Aku hanya tak mau rengekan-rengekan pengakuan atas pengabdian itu tersuarakan dari lisanku
Aku hanya ingin egois, untuk diriku sendiri.. dan untuk negeri yang telah memberiku ruang untuk hidup tenteram selalu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar