Rabu, 27 Mei 2020

MANUSIA PEREKAYASA PENGUASA

"Wow.. kok bisa?"
Entah apa cuma saya yang berkali-kali mengucap kalimat di atas dalam kurun waktu 11 pekan terakhir. Waktu yang berjalan dengan unik ini rasanya akan menjadi perjalanan yang tidak mudah dilupakan, dengan apapun kita melewatinya.

Wow.. kok bisa?
2 pekan pertama adalah masa perkenalan kembali dengan keluarga. Selama ini saya pikir si Cila hanya akan 'takluk' dengan ajakan bermain dari Bundanya. Eh ternyata, semakin waktu berjalan, dia lebih suka main-main di belakang saya yang sedang sok sibuk di hadapan laptop. Kok bisa ya anak ini se-tertarik itu main-main di sekitar Ayahnya yang bahkan gak peduli apalagi ikutan main juga sama dia? Cari perhatian kah?

Wow.. kok bisa?
Pekan awal PSBB Tangsel pun datang. Dengan berbagai imbauan dan protokol kesehatan yang ditetapkan. Dinamika pergerakan manusia yang dibatasi itu pun mulai nampak patuh, dan akhirnya seperti hendak membebaskan diri dari pembatasan tersebut. Keluar-Masuk area rumah sebagai pertahanan terakhir, dengan keyakinan selama mematuhi imbauan dan protokol kesehatan dijamin akan 'aman' dari ancaman wabah. Kok bisa ya, ketika saya dan keluarga sangat membatasi diri kami untuk berinteraksi dengan dunia luar, bahkan ortu sendiri yang jaraknya tidak kurang dari 50Km tidak kami datangi, ada manusia lain yang 'selamat' dengan berpegang pada protokol itu? Jadi wabah ini sebenarnya gak se-menakutkan itu kah?

Wow.. kok bisa ya?
Masa PSBB yang berlalu tak terasa memasuki pekan ke 7, kemudian ada kabar bahwa wabah ini adalah konspirasi. Dibuat untuk alasan-alasan ekonomi dan pertahanan keamanan yang pada akhirnya berujung pada ekonomi juga. Bahasa mudahnya: Ujung Ujungnya Duid (UUD). Entah benar atau salah, sebuah teori konspirasi nyatanya merupakan teori yang cukup 'abadi' eksistensinya. Sama halnya seperti para ilmuwan bercerita tentang evolusi manusia sejak berbentuk Kera berjalan menunduk hingga menjadi Homo Sapiens dan terbentuklah manusia sempurna seperti saat ini. Kok bisa ya, wabah dijadikan Konspirasi bertujuan ekonomi sementara banyak nyawa melayang karena virus ini? Seorang teman lama malah bertanya balik ke saya: Kenapa gak bisa, Nen?

Wow.. kok bisa ya?
Beberapa ahli menyampaikan pendapatnya. Dengan data lengkap. Dan alasan ilmiah lainnya. Ada yang menjelaskan jumlah kasus wabah yang diprediksi secara numerik. Ada yang menjelaskan masa pandemi akan berakhir pada bulan-bulan tertentu. Ada juga yang bahkan, mempertanyakan kebenaran Data yang disajikan Pemerintah secara harian. Kok bisa ya manusia merekayasa ketetapan Sang Maha Kuasa? Untuk apa? Untuk siapa?