Minggu, 16 November 2014

Dia yang akhirnya terpilih... (udah gitu aja)

Akhirnya hari itu pun akan tiba...
Penantian kami akan segera berujung pada hari itu.
Hari pernikahan kami..

Bukan hal yang mudah bagiku untuk menetapkan pilihan yang akan menjadi keputusanku menatap hidup bersama seseorang yang beruntung mendapatkanku. Aku yang sangat keras, cenderung tak tertebak dan antinegosiasi pun akhirnya takluk pada wanita beruntung yang mampu mengendalikanku ini. Seorang yang sangat egois bisa menurunkan taraf keegoisannya untuk coba memahami sisi emosionalku. Seseorang yang belum lama kukenal, namun ketika berbincang mengenai apapun bisa mengalir tanpa harus melakukan rekayasa agar terlihat nyambung dan akrab. Seseorang yang kurang dari 7 hari lagi (insya Allah) akan menjadi istriku.

CERITA ITU DIMULAI BEGITU SAJA

Banyak teman yang bertanya karena bingung. Tak sedikit juga yang bahas tentang waktu yang terlalu dini bagi kami untuk memhbuat keputusan ini. Apalagi bila dilihat dari sejarah hubungan kami dengan yang dulu-dulu yang jauh lebih lama dari yang sekarang. Kenal Desember 2013, (akan) menikah November 2014.
Rasanya jika kami mau menjelaskan seluruh kisahnya, maka kesimpulannya adalah: Jodoh pasti bertemu. Hahaha..

Jadi begini kawan...
Adakah yang masih ingat pelajaran sejarah tentang terbentuknya organisasi ASEAN? Masih ingat tentang uraian semacam ini: 'adanya persamaan nasib dan sejarah di antara bangsa di lingkungan Asia Tenggara...'?
Ya, hal itu juga yang terjadi pada kami, adanya persamaan nasib sebagai jones (jomblo nestapa), yang bercita-cita, dengan siapapun akan berhubungan lagi, akan langsung ke tahap yang serius. Hahaha...

 SEBUAH KALIMAT YANG MUNCUL BEGITU SAJA

Aku adalah seorang pria yang sangat menjaga privasiku. Menutup rapat perbincangan apapun yang mengarah pada urusan pribadi yang menurutku tak boleh seorang pun tahu.
Suatu ketika kami berbincang, tanpa sengaja dia membuatku cukup marah dan mengucapkan hal yang biasa kuucapkan ketika kurasa lawan bicaraku mencoba masuk ke area pribadiku: "You don't know me yet, sir'.
Anehnya perbincangan itu tetap berlanjut tanpa ucapan 'Ups, sorry' atau semacamnya. Dia justru bisa membuatku seolah ingin mengetahui isi hatinya. Dan dia yang sekarang berucap, "You don't know me yet, sir'. Tak mau kalah, aku justru membalas "So, let me know". Kalimat ini yang membuka pintu privat kami satu sama lain. Dia menceritakan dan memperkenalkanku pada keluarganya, aku mencoba memberinya ruang untuk masuk ke cerita keluargaku.

PERBINCANGAN ITU DIMULAI BEGITU SAJA

Pada sebuah perjalanan yang kami mulai cukup pagi sekali. Saat aku berpikir untuk sarapan nanti saja kubeli di jalan. Ternyata dia sudah membuatkanku seporsi sarapan, nasi goreng lengkap dengan ayam gorengnya untuk kami makan bersama di atas bis itu. Bagiku hal ini aneh karena sudah lama juga aku tidak mengenal wanita yang masih mau masak. Hahaha..
Singkat cerita di perjalanan pulang aku pun bertanya: "Gimana caranya mendapatkan hati kamu?" #tsaaaaaahhhh #eaa #eaaaa
Berlanjutlah perbincangan itu sampai sekarang ini. Hehehe..
Gak romantis ya? Yaudahlah yaaaa...

PEMILIHAN TANGGAL 23 NOVEMBER 2014

23 itu dari tanggal lahir dia, 23 Januari 19xx
November itu dari bulan lahirku, 20 November 19xx
2014 itu karena kami ingin menyegerakan niat baik kami di tahun ini.
As simple as people guess.

DIA ADALAH SHINTA PARAMITA

dia yang menaklukkanku.
dia yang mengajariku mengelola emosiku.
dia yang menurunkan tingkat egoismenya untuk memahamiku.
dia yang memasak untukku.
dia yang mengajariku cara melipat plastik bekas.
dia yang mengajariku cara melipat baju kotor.
dia yang mengajakku benar-benar mengenal alam.
dia yang mengatakan 'yes' pada peminangan pertamaku.
dia yang sibuk mengatur semua hal terkait pernikahan kami.
dialah calon istriku. Shinta Paramita.