Oleh
: Isnendi Yakub – STAN 09
Datang
dengan kepala botak, pergi pun dengan kepala botak. Rada nyentrik sih memang.
Tapi begitulah kenyataannya bagi STAN 09. Kami datang ke kampus ini, mengikuti
DINAMIKA (ospek) dengan syarat harus botak. Di ujung perjalanan 3 tahun kami
ini pun ditutup dengan gemblengan Capacity Building selama seminggu oleh
KOPASSUS dan lagi-lagi harus kembali botak. What a nice... seolah kami datang
dan pergi harus dalam kondisi yang ‘sama’. Haha...
Isnendi
Yakub, itulah namaku. Nama dengan arti sederhana yang diberikan oleh kedua
orang tua hebat 21 tahun yang lalu inilah yang mengantarkanku hingga saat ini.
Nama ini, sempat membuatku tidak percaya diri, karena semasa kecil dulu nama
panggilanku adalah ‘iis’. Seperti nama panggilan anak perempuan sunda. Huft...
Tapi justru nama inilah yang menjadikanku hebat. Nama ini yang ternyata bisa
menembus 88.000an nama lain 3 tahun lalu, dan terpampang mungil di urutan 75
wilayah DKI Jakarta dari sekitar 500an nama lain di daftar kelulusan kampus ini
di wilayah itu, dari 1.800an nama lain yang lulus di kampus ini. Kampus idaman
para anak SMA se-angkatanku ketika itu, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
STAN,
di sinilah sebuah cerita baru dimulai. Petualangan baru yang senantiasa
hadirkan tantangan baru. Tantangan baru yang menghasilkan keluarga-keluarga
baru bagiku. Orang-orang hebat yang semakin menghebatkanku.
Perjalanan
dimulai dengan sebuah petuah yang baru kali ini kudengar dari ucapan orang
tuaku.
“Bapak udah gak biayain
sekolah kamu lagi, mulai sekarang jangan abdikan diri kamu untuk bapak/ibu aja,
tapi juga buat mereka yang udah bayarin kamu kuliah. Malu tau, kamu tuh belum
ngasih apa-apa buat orang-orang tapi udah dibayarin kuliah sama orang-orang
itu.”
Hmhm..
oke boss!! Tapi gimana caranya yaa? Hahaha... kita bahas yang lain aja yaa...
bahas tentang keluarga baru di kampus ini enak kali yaa... :D
#KEISHA
Keluarga
pertama bagiku adalah teman-teman kost Pondokan Keisha Sarmili, karena biar
gimana juga yang namanya tetangga terdekat lah yang paling mungkin membantuku
di saat-saat sulit. Kost baru yang diisi oleh mahasiswa-mahasiswa baru pastinya
bikin kost ini lebih menyatu. Mereka adalah M. Boris Yakubi, Rizki Novrinurdi,
Marthin Jordan (cuma setahun aja di kost ini), Aditya Hernawan, Umriza Makrufan
Nasution, Herdian Agustin, Divo Helmizar, Yusuf Wibisono (2 tahun aja di kost
ini), Hamdi Anshari Dalimunthe, Achmad Gelar Trinanda, Ahmad Takwim Alfaris (2
tahun lebih sedikit di kost ini) dan saya, Isnendi Yakub. Dari nama-nama mereka
saja sudah nampak, bahwa mayoritas dari mereka adalah orang Sumatera Utara,
haha..
Banyak
cerita, banyak tradisi, dan kenangan yang mungkin tak akan kulupa tentang
kalian. Main bola basket di lapangan MBM, nantang orang lain untuk sparing bola
di lapangan MBM, main kartu sampai habis suaraku gara-gara terlalu banyak
teriak, pulang tengah malam jalan kaki dari BP, cerita setan yang bikin gak
bisa tidur si Marthin, hingga masa-masa ‘perpecahan’ squad Piala Dunia 2010 pun
tak mungkin kulupakan. Di pondokan ini, cuma aku yang berspesialisasi
Kebendaharaan Negara, jadi wajarlah kalau tiap UTS atau UAS cuma aku yang
‘tidur duluan’ karena gak ada teman diskusi tentang materi ujian. Gak jarang
juga ejek-ejekan spesialisasi di kostan ini yang membuatku tersudut karena gak
ada kawan yang ngebantu. Belum lagi wacana ‘bangunin jam 5’ yang ujung-ujungnya
tetap bangun mepet waktu kuliah juga. Ahh... akhirnya kita akan berpisah
kawan... Kenangan-kenangan itu tak mungkin mudah lepas dari ingatanku ini.
![]() |
| Yusuf Wibisono (ucup) - Divo Helmizar - Umriza Makrufan Nasution - Aditya Hernawan - Rizki Novrinurdi - Hamdi Anshari Dalimunthe |
![]() |
| Atas : Isnendi Yakub (me) - Aditya Hernawan - Marthin Jordan Bawah : Hamdi Anshari Dalimunthe - Umriza Makrufan Nasution |
| Aditya Hernawan : Isnendi Yakub (me) - Ach. Gelar Trinanda |
| Isnendi Yakub (me) - Umriza Makrufan Nasution |
| M. Boris Yakubi - Isnendi Yakub (me) |
#ANGGARAN09 #DoTA #TWEET
#GangBang
Beda
di kost, beda di kampus, apalagi di spesialisasi yang sama, spesialisasi
Kebendaharaan Negara. Yang pasti, gak ada ejek-ejekan spes di sini.
(Yaiyalah...)
#DoTA
Kelas
1D_KBN. D of Treasury clAss. Kelas inilah kelas pertamaku di kampus ini. Cerita
baru yang dimulai dengan ketidakpuasanku karena terlalu banyak ‘roaming’ di
kelas ini. Well.. di kelas inilah aku memulai perkenalan dengan orang-orang
hebat macam M. Choirus Soleh, Adetya Chandra, Michael Angelo Halomoan Simbolon,
Susi Sulistilawati, Kartiko Cokro, Galih Pandu, Arianto Kristiawan, M. Rif’an,
Indri Mesiska, Mutiara Marga, Dicky Setiawan, Ferry Irwandi, M. Fajar Nugraha,
Rinawati, Dinda Ayuningtyas, dan tentu saja sang Ketua Kelas, Yanuardi Bahtiar.
Di tahun perdana ini, aku nyaris saja melakukan kesalahan terbesar saat UTS
Statistika. Huft.. Yang tak mungkin kulupa lagi adalah, saat-saat kemenangan
kami dalam liga futsal se-KBN. Gokil!!!
Masih
ingatkah kalian dengan masa-masa kita kuliah sampai jam 10 malam? -__-
Masih
ingat juga kah kalian dengan kedatangan Ibu Sri Mulyani Indrawati dalam
peresmian gedung baru STAN dan sempat pula beliau menyalami kita? Bahkan
sebelum masuk mobil dinasnya, beliau sempat mengucapkan “Sukses ya kalian
semua! Semangat!!” We really miss you so much madam...
#TWEET
Masuk
ke tahun kedua, aku masuk di kelas 2E_KBN. TWo EE Treasury. (Maksa bgt ya). Di
kelas ini ada beberapa nama kelas 1D tadi yang beruntung masih bisa 1 kelas
denganku, haha.. Choi, Adet, Mike, Susi, Pandu, Iwan dan Koko yang mungkin udah
kebal dengan kata-kata ejekanku tentang mereka sepertinya senang dengan sekelas
kembalinya kami (gak mungkin senang kayanya ya). Kelas yang bernasib sial di
kompetisi futsal se-KBN ini, sempat ditakuti karena bisa dibilang kami punya 2
tim siap untuk maju ke kompetisi, ternyata harus kalah sebelum menginjak babak
final. Ya.. seenggaknya di kelas ini, aku mendapat beberapa tandem fight ejekan
yang baru, Yulianto Syafiq Kamal, Ibnu Pujiono, Aji Yudanto, Angga Dimas
Brilyan, G. Oka Baskara, Husen Fagih, Ikhram Vionda, Jaka Yudha Asmara,
Manggala Adi Windoro, M. Telly Syaputra, Wisnu Febrian Inderajaya, dan orang
hebat yang kuhormati, ketua kelas kami Arman Effendi. Keep Fight Bully!!
![]() |
| Yulianto Syafiq Kamal - Julianto - Bayu - Isnendi Yakub (me) - Husen Fagih |
Actually, this was my hardest
year... Mulai dari nilai UTS Cost Accounting yang bikin aku gak bisa tidur
selama beberapa hari, hingga curhatku kepada seorang teman di kelas ini karena
begitu khawatirnya aku dengan nilai matkul ini yang bisa saja membuatku DO.
Thank’s bro!
#GangBang
Gang
3B anggaran a.k.a GangBang. Kelas terakhirku di kampus ini. Menjadikanku
semakin hebat karena dipertemukan dengan orang-orang hebat. Masa-masa terbaikku
di kampus ini yang masih berlanjut di kelas ini. Ditutup dengan syukuran IP
terbaik angkatan kami yang ternyata berasal dari kelas ini. Tak ingin kusebut
satu per satu nama mereka. Wajah kalian saja yang kutampilkan, kawan. J
-Selama 3 tahun di STAN, aku
tak pernah merasakan nikmatnya menjalani makrab kelas, tapi aku selalu bisa
mengalami keakraban di masing-masing kelas ini-
#SPEAK
Banyak
kepanitiaan yang kuikuti, tapi cuma 1 organisasi yang kuincar di kampus ini.
Spesialisasi Anti Korupsi (SPEAK). Setelah di tahun pertama Open Recruitment
aku gagal masuk organisasi ini, di tahun kedua aku mencoba mendaftar kembali, dan
tak datang di sesi wawancara karena ketiduran. Ya sudahlah, akhirnya aku hanya
menjadi salah satu anggota dan berhak mengikuti kuliah antikorupsi setiap
pekannya. Hingga pada suatu sore, seseorang meneleponku dan mengajakku untuk
gabung ke Dir. LUPEN SPEAK. Berlanjut di kuliah selanjutnya, staff Dir. LUPEN
SPEAK mencoba untuk berbicara langsung terkait recruitment dadakan ini. Di
sinilah tantangan baru dimulai, bersama orang-orang ‘brengsek’ LUPEN SPEAK
bernama Agung Ari Wibowo, Restu Rea Adistya, dan Bayu Sundoro Aji ditambah 2
cewek hebat Paramitha R.W. dan Arini Fadila. Bagi kami saat ini, andai kami
berempat (Aku, Agung, Bayu, dan Rea) kembali bersatu, akan ada hal-hal
‘brengsek’ lagi yang akan terjadi. Haha..
Dalam
kepanitiaan SPEAK dan Anggaran 09, aku pun bertemu orang-orang hebat lain yang
menjadi inspirasiku, mereka adalah Saidi Alhady dan Julianda Rosyadi. Sebuah
inspirasi, setelah lama berkeliaran di kampus ini, akhirnya menemukan ‘jenis
pemikiran’ yang sejenis denganku. Thank’s bro!
Sempat
juga terpikir, andai suatu saat nanti aku mendapatkan sebuah amanah untuk memimpin sebuah tim, merekalah yang akan pertama kali kuminta: Bayu, Saidi, Agung, Rea, dan Juli. Hehe.. mungkin gak yaa... ^-^
![]() |
| Atas : Isnendi Yakub (me) Bawah : Bayu - Saidi - Agung - Rea - Juli |
#SOMASI_STAN
Sebuah
keluarga dari sekumpulan anak-anak Bekasi yang beruntung masuk ke kampus ini.
Biar pun banyak anak Bekasi lainnya yang tak terdeteksi dalam kumpulan ini, harus
tetap kubanggakan, karena inilah keluarga baruku yang terbentuk di kampus ini.
Masa-masa sulit kami ketika menjadi kepanitiaan Try Out USM STAN 2010 Season II
tak mungkin kulupa. Tim terbaik, yang mengantarkan kami menjadi kepanitiaan
dengan jumlah peserta dan total keuntungan finansial terbesar dalam sejarah
SOMASI. Sesi ‘Somasi Nite’ yang selalu diadakan pada setiap makrab SOMASI
Vacation tiap tahunnya. Juga banyak pengalaman lain yang dibagikan para alumni
kami, yang menjadikan motivasi tersendiri bagi kami. Suatu hari ketika kita
udah ditempatkan di seluruh Indonesia, keluarga inilah yang akan kembali
berkumpul di Bekasi sebagai tempat kita berasal. You’re so awesome, guys!
***
“Ketika Seekor Elang Harus
Kehilangan Ekornya, Masih Mampukah Ia Terbang Tinggi? Bisakah Ia Menjaga
Keseimbangan Tubuhnya?”
Ingin
sekali kupersembahkan kelulusanku ini pada sebuah senyuman yang pernah kuciptakan
3 tahun lalu karena kelulusanku di kampus ini. Senyuman yang pernah jadi saksi
kecemasanku pada 2 kata menyeramkan di kampus ini (Drop Out). Senyuman yang
begitu mahal dari ronanya yang lebih sering melamun itu. Senyuman yang tak
mampu lagi menunggu waktu ini, yang perlahan pergi bersama senyuman-senyuman
lain dalam hidupnya. Senyuman yang mungkin hanya bisa kulihat lagi jika Tuhan
mengijinkanku. Ini hari kelulusanku. Dan hari ini penuh dengan warna ungu... J
Dan
pada dua tangan kecil yang akhirnya bisa mengangkatku perlahan ketika senyuman
itu pergi. Ketika ekorku hilang dan terbangku mulai tak seimbang, tangan-tangan
kecil itu yang mengangkatku perlahan sebelum dapat kemebali terbang. Dua
malaikat kecil, yang membangkitkan kembali deru suaraku yang sempat melemah.
Kalian begitu kecil, hingga aku tak pernah merasa kerepotan untuk membawa
kalian ke manapun aku pergi. Terima kasih. Dan inilah kelulusanku yang juga
kupersembahkan untuk kalian...
| Debi Tri Tantular - Yuni Firda Mulia |
#Pengabdian
Aku
yang begitu membenci pemerintah, karena seringnya pemerintah merugikan buruh.
Aku adalah anak seorang buruh.
Aku
yang tidak percaya lagi bahwa masih ada orang bersih dalam pemerintahan.
Akhirnya
diterima di kampus ini, kampus pemerintah yang dibiayai dengan uang rakyat.
Ternyata masih ada kampus pemerintah yang bisa dimasuki dengan tanpa melewati ‘pintu
belakang’.
Aku
yang mulai menjadikan ‘Pengabdian’ sebagai niat awalku semenjak menginjakkan
kakiku di kampus ini.
Pengabdian
pada mereka yang telah memberikanku kesempatan memperoleh pendidikan dengan
cuma-cuma.
Pengabdian
pada negeri yang masih mau berubah ke arah yang baik.
TERIMA KASIH, STAN! Untuk semua cerita ini..
TERIMA KASIH KOPASSUS! Untuk pelatihan terbaikmu..
“Sejak kecil, cita-cita saya
ya membela negara ini. Mengabdi pada negara ini.”
–Letda Roxy L. Patria-
“Saya orang Timor Leste, tetapi
cinta saya jauh lebih besar kepada negeri ini.”
-Serka Giel Esteves-
“Saya ini Tentara. Kalian ini
sipil. Kami tidak akan memperlakukan warga sipil seperti Tentara.”
-Praka Johnson S. Koly-
“Senjata andalan saya ketika
perang melawan GAM adalah doa. Dan selama saya bertugas di sana, tidak pernah sekali
pun saya bertemu musuh. Percayalah, Tentara pun lebih ingin hidup damai
daripada berperang. Naluri kami masih manusia.”
-Pelatih Henri-
“Sebuah rasa tidak akan
membuat kita mati! Sakit, gatal, gelisah, tak betah, itu hanya rasa! Tidak akan
membuat kita mati!”
-Pelatih Nengah Tamat-
THIS IS MY 1st GRADUATE!!!
Next, will be the 2nd, 3rd, 4th, and many
graduates more than I expect!






















