Rabu, 10 Oktober 2012

Terima Kasih, STAN!


Oleh : Isnendi Yakub – STAN 09

Datang dengan kepala botak, pergi pun dengan kepala botak. Rada nyentrik sih memang. Tapi begitulah kenyataannya bagi STAN 09. Kami datang ke kampus ini, mengikuti DINAMIKA (ospek) dengan syarat harus botak. Di ujung perjalanan 3 tahun kami ini pun ditutup dengan gemblengan Capacity Building selama seminggu oleh KOPASSUS dan lagi-lagi harus kembali botak. What a nice... seolah kami datang dan pergi harus dalam kondisi yang ‘sama’. Haha...

Isnendi Yakub, itulah namaku. Nama dengan arti sederhana yang diberikan oleh kedua orang tua hebat 21 tahun yang lalu inilah yang mengantarkanku hingga saat ini. Nama ini, sempat membuatku tidak percaya diri, karena semasa kecil dulu nama panggilanku adalah ‘iis’. Seperti nama panggilan anak perempuan sunda. Huft... Tapi justru nama inilah yang menjadikanku hebat. Nama ini yang ternyata bisa menembus 88.000an nama lain 3 tahun lalu, dan terpampang mungil di urutan 75 wilayah DKI Jakarta dari sekitar 500an nama lain di daftar kelulusan kampus ini di wilayah itu, dari 1.800an nama lain yang lulus di kampus ini. Kampus idaman para anak SMA se-angkatanku ketika itu, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

STAN, di sinilah sebuah cerita baru dimulai. Petualangan baru yang senantiasa hadirkan tantangan baru. Tantangan baru yang menghasilkan keluarga-keluarga baru bagiku. Orang-orang hebat yang semakin menghebatkanku.
Perjalanan dimulai dengan sebuah petuah yang baru kali ini kudengar dari ucapan orang tuaku.

“Bapak udah gak biayain sekolah kamu lagi, mulai sekarang jangan abdikan diri kamu untuk bapak/ibu aja, tapi juga buat mereka yang udah bayarin kamu kuliah. Malu tau, kamu tuh belum ngasih apa-apa buat orang-orang tapi udah dibayarin kuliah sama orang-orang itu.”

Hmhm.. oke boss!! Tapi gimana caranya yaa? Hahaha... kita bahas yang lain aja yaa... bahas tentang keluarga baru di kampus ini enak kali yaa... :D

#KEISHA
Keluarga pertama bagiku adalah teman-teman kost Pondokan Keisha Sarmili, karena biar gimana juga yang namanya tetangga terdekat lah yang paling mungkin membantuku di saat-saat sulit. Kost baru yang diisi oleh mahasiswa-mahasiswa baru pastinya bikin kost ini lebih menyatu. Mereka adalah M. Boris Yakubi, Rizki Novrinurdi, Marthin Jordan (cuma setahun aja di kost ini), Aditya Hernawan, Umriza Makrufan Nasution, Herdian Agustin, Divo Helmizar, Yusuf Wibisono (2 tahun aja di kost ini), Hamdi Anshari Dalimunthe, Achmad Gelar Trinanda, Ahmad Takwim Alfaris (2 tahun lebih sedikit di kost ini) dan saya, Isnendi Yakub. Dari nama-nama mereka saja sudah nampak, bahwa mayoritas dari mereka adalah orang Sumatera Utara, haha..

Banyak cerita, banyak tradisi, dan kenangan yang mungkin tak akan kulupa tentang kalian. Main bola basket di lapangan MBM, nantang orang lain untuk sparing bola di lapangan MBM, main kartu sampai habis suaraku gara-gara terlalu banyak teriak, pulang tengah malam jalan kaki dari BP, cerita setan yang bikin gak bisa tidur si Marthin, hingga masa-masa ‘perpecahan’ squad Piala Dunia 2010 pun tak mungkin kulupakan. Di pondokan ini, cuma aku yang berspesialisasi Kebendaharaan Negara, jadi wajarlah kalau tiap UTS atau UAS cuma aku yang ‘tidur duluan’ karena gak ada teman diskusi tentang materi ujian. Gak jarang juga ejek-ejekan spesialisasi di kostan ini yang membuatku tersudut karena gak ada kawan yang ngebantu. Belum lagi wacana ‘bangunin jam 5’ yang ujung-ujungnya tetap bangun mepet waktu kuliah juga. Ahh... akhirnya kita akan berpisah kawan... Kenangan-kenangan itu tak mungkin mudah lepas dari ingatanku ini.
Yusuf Wibisono (ucup) - Divo Helmizar - Umriza Makrufan Nasution - Aditya Hernawan - Rizki Novrinurdi - Hamdi Anshari Dalimunthe

Atas : Isnendi Yakub (me) - Aditya Hernawan - Marthin Jordan
Bawah : Hamdi Anshari Dalimunthe - Umriza Makrufan Nasution
Aditya Hernawan : Isnendi Yakub (me) - Ach. Gelar Trinanda

Isnendi Yakub (me) - Umriza Makrufan Nasution

M. Boris Yakubi - Isnendi Yakub (me)


#ANGGARAN09 #DoTA #TWEET #GangBang

Beda di kost, beda di kampus, apalagi di spesialisasi yang sama, spesialisasi Kebendaharaan Negara. Yang pasti, gak ada ejek-ejekan spes di sini. (Yaiyalah...)

#DoTA
Kelas 1D_KBN. D of Treasury clAss. Kelas inilah kelas pertamaku di kampus ini. Cerita baru yang dimulai dengan ketidakpuasanku karena terlalu banyak ‘roaming’ di kelas ini. Well.. di kelas inilah aku memulai perkenalan dengan orang-orang hebat macam M. Choirus Soleh, Adetya Chandra, Michael Angelo Halomoan Simbolon, Susi Sulistilawati, Kartiko Cokro, Galih Pandu, Arianto Kristiawan, M. Rif’an, Indri Mesiska, Mutiara Marga, Dicky Setiawan, Ferry Irwandi, M. Fajar Nugraha, Rinawati, Dinda Ayuningtyas, dan tentu saja sang Ketua Kelas, Yanuardi Bahtiar. Di tahun perdana ini, aku nyaris saja melakukan kesalahan terbesar saat UTS Statistika. Huft.. Yang tak mungkin kulupa lagi adalah, saat-saat kemenangan kami dalam liga futsal se-KBN. Gokil!!!

Masih ingatkah kalian dengan masa-masa kita kuliah sampai jam 10 malam? -__-

Masih ingat juga kah kalian dengan kedatangan Ibu Sri Mulyani Indrawati dalam peresmian gedung baru STAN dan sempat pula beliau menyalami kita? Bahkan sebelum masuk mobil dinasnya, beliau sempat mengucapkan “Sukses ya kalian semua! Semangat!!” We really miss you so much madam...


#TWEET
Masuk ke tahun kedua, aku masuk di kelas 2E_KBN. TWo EE Treasury. (Maksa bgt ya). Di kelas ini ada beberapa nama kelas 1D tadi yang beruntung masih bisa 1 kelas denganku, haha.. Choi, Adet, Mike, Susi, Pandu, Iwan dan Koko yang mungkin udah kebal dengan kata-kata ejekanku tentang mereka sepertinya senang dengan sekelas kembalinya kami (gak mungkin senang kayanya ya). Kelas yang bernasib sial di kompetisi futsal se-KBN ini, sempat ditakuti karena bisa dibilang kami punya 2 tim siap untuk maju ke kompetisi, ternyata harus kalah sebelum menginjak babak final. Ya.. seenggaknya di kelas ini, aku mendapat beberapa tandem fight ejekan yang baru, Yulianto Syafiq Kamal, Ibnu Pujiono, Aji Yudanto, Angga Dimas Brilyan, G. Oka Baskara, Husen Fagih, Ikhram Vionda, Jaka Yudha Asmara, Manggala Adi Windoro, M. Telly Syaputra, Wisnu Febrian Inderajaya, dan orang hebat yang kuhormati, ketua kelas kami Arman Effendi. Keep Fight Bully!!
Yulianto Syafiq Kamal - Julianto - Bayu - Isnendi Yakub (me) - Husen Fagih



Actually, this was my hardest year... Mulai dari nilai UTS Cost Accounting yang bikin aku gak bisa tidur selama beberapa hari, hingga curhatku kepada seorang teman di kelas ini karena begitu khawatirnya aku dengan nilai matkul ini yang bisa saja membuatku DO. Thank’s bro!

#GangBang
Gang 3B anggaran a.k.a GangBang. Kelas terakhirku di kampus ini. Menjadikanku semakin hebat karena dipertemukan dengan orang-orang hebat. Masa-masa terbaikku di kampus ini yang masih berlanjut di kelas ini. Ditutup dengan syukuran IP terbaik angkatan kami yang ternyata berasal dari kelas ini. Tak ingin kusebut satu per satu nama mereka. Wajah kalian saja yang kutampilkan, kawan. J

-Selama 3 tahun di STAN, aku tak pernah merasakan nikmatnya menjalani makrab kelas, tapi aku selalu bisa mengalami keakraban di masing-masing kelas ini-

#SPEAK
Banyak kepanitiaan yang kuikuti, tapi cuma 1 organisasi yang kuincar di kampus ini. Spesialisasi Anti Korupsi (SPEAK). Setelah di tahun pertama Open Recruitment aku gagal masuk organisasi ini, di tahun kedua aku mencoba mendaftar kembali, dan tak datang di sesi wawancara karena ketiduran. Ya sudahlah, akhirnya aku hanya menjadi salah satu anggota dan berhak mengikuti kuliah antikorupsi setiap pekannya. Hingga pada suatu sore, seseorang meneleponku dan mengajakku untuk gabung ke Dir. LUPEN SPEAK. Berlanjut di kuliah selanjutnya, staff Dir. LUPEN SPEAK mencoba untuk berbicara langsung terkait recruitment dadakan ini. Di sinilah tantangan baru dimulai, bersama orang-orang ‘brengsek’ LUPEN SPEAK bernama Agung Ari Wibowo, Restu Rea Adistya, dan Bayu Sundoro Aji ditambah 2 cewek hebat Paramitha R.W. dan Arini Fadila. Bagi kami saat ini, andai kami berempat (Aku, Agung, Bayu, dan Rea) kembali bersatu, akan ada hal-hal ‘brengsek’ lagi yang akan terjadi. Haha..




Dalam kepanitiaan SPEAK dan Anggaran 09, aku pun bertemu orang-orang hebat lain yang menjadi inspirasiku, mereka adalah Saidi Alhady dan Julianda Rosyadi. Sebuah inspirasi, setelah lama berkeliaran di kampus ini, akhirnya menemukan ‘jenis pemikiran’ yang sejenis denganku. Thank’s bro!
Sempat juga terpikir, andai suatu saat nanti aku mendapatkan sebuah amanah untuk memimpin sebuah tim, merekalah yang akan pertama kali kuminta: Bayu, Saidi, Agung, Rea, dan Juli. Hehe.. mungkin gak yaa... ^-^

Atas : Isnendi Yakub (me)
Bawah : Bayu - Saidi - Agung - Rea - Juli

#SOMASI_STAN
Sebuah keluarga dari sekumpulan anak-anak Bekasi yang beruntung masuk ke kampus ini. Biar pun banyak anak Bekasi lainnya yang tak terdeteksi dalam kumpulan ini, harus tetap kubanggakan, karena inilah keluarga baruku yang terbentuk di kampus ini. Masa-masa sulit kami ketika menjadi kepanitiaan Try Out USM STAN 2010 Season II tak mungkin kulupa. Tim terbaik, yang mengantarkan kami menjadi kepanitiaan dengan jumlah peserta dan total keuntungan finansial terbesar dalam sejarah SOMASI. Sesi ‘Somasi Nite’ yang selalu diadakan pada setiap makrab SOMASI Vacation tiap tahunnya. Juga banyak pengalaman lain yang dibagikan para alumni kami, yang menjadikan motivasi tersendiri bagi kami. Suatu hari ketika kita udah ditempatkan di seluruh Indonesia, keluarga inilah yang akan kembali berkumpul di Bekasi sebagai tempat kita berasal. You’re so awesome, guys!











***
“Ketika Seekor Elang Harus Kehilangan Ekornya, Masih Mampukah Ia Terbang Tinggi? Bisakah Ia Menjaga Keseimbangan Tubuhnya?”

Ingin sekali kupersembahkan kelulusanku ini pada sebuah senyuman yang pernah kuciptakan 3 tahun lalu karena kelulusanku di kampus ini. Senyuman yang pernah jadi saksi kecemasanku pada 2 kata menyeramkan di kampus ini (Drop Out). Senyuman yang begitu mahal dari ronanya yang lebih sering melamun itu. Senyuman yang tak mampu lagi menunggu waktu ini, yang perlahan pergi bersama senyuman-senyuman lain dalam hidupnya. Senyuman yang mungkin hanya bisa kulihat lagi jika Tuhan mengijinkanku. Ini hari kelulusanku. Dan hari ini penuh dengan warna ungu... J

Dan pada dua tangan kecil yang akhirnya bisa mengangkatku perlahan ketika senyuman itu pergi. Ketika ekorku hilang dan terbangku mulai tak seimbang, tangan-tangan kecil itu yang mengangkatku perlahan sebelum dapat kemebali terbang. Dua malaikat kecil, yang membangkitkan kembali deru suaraku yang sempat melemah. Kalian begitu kecil, hingga aku tak pernah merasa kerepotan untuk membawa kalian ke manapun aku pergi. Terima kasih. Dan inilah kelulusanku yang juga kupersembahkan untuk kalian...
Debi Tri Tantular - Yuni Firda Mulia

#Pengabdian
Aku yang begitu membenci pemerintah, karena seringnya pemerintah merugikan buruh. Aku adalah anak seorang buruh.
Aku yang tidak percaya lagi bahwa masih ada orang bersih dalam pemerintahan.
Akhirnya diterima di kampus ini, kampus pemerintah yang dibiayai dengan uang rakyat. Ternyata masih ada kampus pemerintah yang bisa dimasuki dengan tanpa melewati ‘pintu belakang’.
Aku yang mulai menjadikan ‘Pengabdian’ sebagai niat awalku semenjak menginjakkan kakiku di kampus ini.
Pengabdian pada mereka yang telah memberikanku kesempatan memperoleh pendidikan dengan cuma-cuma.
Pengabdian pada negeri yang masih mau berubah ke arah yang baik.

TERIMA KASIH, STAN! Untuk semua cerita ini..
TERIMA KASIH KOPASSUS! Untuk pelatihan terbaikmu..

“Sejak kecil, cita-cita saya ya membela negara ini. Mengabdi pada negara ini.”
–Letda Roxy L. Patria-
“Saya orang Timor Leste, tetapi cinta saya jauh lebih besar kepada negeri ini.”
-Serka Giel Esteves-
“Saya ini Tentara. Kalian ini sipil. Kami tidak akan memperlakukan warga sipil seperti Tentara.”
-Praka Johnson S. Koly-
“Senjata andalan saya ketika perang melawan GAM adalah doa. Dan selama saya bertugas di sana, tidak pernah sekali pun saya bertemu musuh. Percayalah, Tentara pun lebih ingin hidup damai daripada berperang. Naluri kami masih manusia.”
-Pelatih Henri-
“Sebuah rasa tidak akan membuat kita mati! Sakit, gatal, gelisah, tak betah, itu hanya rasa! Tidak akan membuat kita mati!”
-Pelatih Nengah Tamat-


THIS IS MY 1st GRADUATE!!!
Next, will be the 2nd, 3rd, 4th, and many graduates more than I expect!


Rabu, 05 September 2012

CELANA TRAINING SATUAN


:::: READY STOCK ::::

Celana Training Berbagai Model dan Bahan, bisa buat Capacity Building ataupun dipakai berolahraga di sekitar kampus tercinta

Bahan Diadora : @ Rp55.000,00
Bahan Microfibre : @Rp55.000,00
Bahan Lotto : @Rp50.000,00

Minat langsung PM/SMS aja!
Isnendi Yakub (08998217201/088808678714)

Barang Ready Stock, tinggal Pesan via SMS langsung COD atau kirim via JNE

Bisa COD di daerah Jabodetabek 
J

Fb: Isnendi Yakub 
Twitter: @nendiyakub 
E-mail: isnendiyakub@gmail.com

*Nego via sms aja,

Nih Penampakannya Gan:
Bahan Diadora
Bahan Diadora
Bahan Diadora
Bahan Diadora
Bahan Mikrofiber
Bahan Lotto

Selasa, 10 Juli 2012

PKL 171


Oleh : Isnendi Yakub – STAN ‘09



“Tolong fotokopi-kan ini, dek!”
“Tolong buatkan saya kopi, dek!”
“Wah, kopinya abis ya? Tolong belikan di warung depan kantor dong dek!”
Zzz.. entah siapa yang mengawali cerita-cerita tentang ‘kopi’ itu di kampus ini. Semua hal tentang kopi yang katanya akan jadi pekerjaan utama anak STAN ketika PKL, magang, ataupun masa-masa awal penempatan nanti. Kabarnya sih karena kita-kita ini cuma lulusan D III yang masih ga ada apa-apanya dibanding mayoritas pegawai kemenkeu yang udah bergelar S1, dan bahkan S2. Dan ketika fase PKL itu datang, rasa takut bercampur excited saya pun meningkat! Ya, saya siap untuk hal-hal berbau kopi itu! -_-
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Bekasi a.k.a KPPN Bekasi lah tempat saya mengadu nasib. Nasib setelah 3 tahun berkutat dengan perkuliahan ketat anti-DO (lebaybanget.com) yang harus diakhiri dengan pekerjaan ‘serba kopi’ ini. Kantor yang berlokasi di kota Bekasi nan permai ini (boongbanget.com), nyatanya menerima kami ber-6 dengan sangat hangat. Kami yang terdiri dari Ady Nugroho sebagai PIC kelompok KPPN Bekasi, Andy Abdurrochim si raja galau, Zahid Apriansyah si pemuda Cool, Rando Wiratama, Eko Satrio Yulianto si anak teralim di organisasi kedaerahan Bekasi (SOMASI STAN), dan saya Isnendi Yakub si anak yang biasa-biasa saja (lowprofile.com).
Mengawali hari-hari PKL yang direncanakan akan kami lalui selama 20 hari ke depan mulai tanggal 6 Juni 2012, kami pun disambut dengan penerimaan yang sangat baik dengan sebuah pertemuan di ruang rapat KPPN Bekasi bersama para pejabat KPPN Bekasi dan calon pembimbing lapangan kami. Bapak Jauhari selaku Kasubbag Umum yang sementara menjabat juga sebagai Plt. Kepala KPPN Bekasi, Bapak Ruhiyat selaku Kepala Seksi Pencairan Dana (PD), Bapak Janner Pangaribuan selaku Kepala Seksi Bank Giro Pos (BGP), Ibu Endah selaku Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi (VERA), serta Ibu Dwi Setyowati yang pada akhirnya menjadi pembimbing lapangan kami selama PKL di KPPN Bekasi. Khusus Pak Jauhari, beliau ini ternyata masih teman dari dosen yang sangat menarik perhatian saya sewaktu tingkat II, Bapak Tanda Setiya, alumni STAN tahun 1993.
Dan... PKL pun dimulai!!!
Kami dibagi ke dalam 3 kelompok, Ady dengan Andi di Seksi BGP, saya bersama Eko di Seksi PD, dan Zahid-Rando di Subbag Umum. Pekan awal yang saya lalui di seksi PD serasa bekerja di rumah aja, karena mayoritas pegawai di seksi ini adalah ibu-ibu seusia ibu saya di rumah. Cerita para ibu di sela-sela kesibukan rutinitas pekerjaan yang saya dengarkan gak ada bedanya dengan ketika saya ngedengerin cerita ibu saya di rumah, betah banget jadinya! Hahaha...
Pekan kedua ini saya dan Eko di-rolling ke Subbag Umum. Pekerjaan KPPN yang tak lagi sebagai Kuasa BUN alias KPPN sebagai satker pun mulai mewarnai hari-hari saya di sini. Mulai dari menyusun Perkiraan Penarikan Dana harian KPPN sebagai Satker, menemani pegawai KPPN mengantarkan SP2D ke Bank rekanan KPPN, hingga menyusun Indikator Kinerja Utama (IKU) KPPN Bekasi dalam rangka penilaian dari Kanwil DJPB Jawa Barat. Alhasil, karena IKU ini pula, saya akhirnya harus di Subbag Umum selama 2 pekan sambil beberapa kali menjadi Asrot (Asisten Sorot) dalam rapat-rapat dengan semua seksi di KPPN Bekasi. Di bagian ini juga saya sempat berkomunikasi via Facebook dengan Guru Bahasa Inggris saya ketika SD dulu, yang ternyata masih ingat juga dengan saya. Ahhh.. it feels really great to meet her here, even she still remember me.
Pekan terakhir saya mendapatkan kesempatan untuk rolling ke seksi Vera karena ada pegawai yang akan menjalani Diklat SPAN selama 4 hari. Hari senin di awal pekan ini saya terlebih dulu diajarkan oleh Ibu Wiwik tentang tata cara Rekonsiliasi Data dengan Satker yang udah jadi kegiatan bulanan di KPPN. Di pekan ini saya berhadapan langsung dengan Satker di Front Office Vera KPPN Bekasi. Banyak cerita yang dihasilkan dari tatap muka langsung dengan Satker, karakter orang Indonesia, khususnya PNS, akhirnya benar-benar saya lihat sendiri. Positif atau negatif kah? Gak perlu lah saya ceritakan di sini, hehehehe..
20 hari pun berlalu, cepet juga ya ternyata.. Gak terasa banget!
Hari jumat di pekan terakhir PKL ini kebetulan lagi banyak yang cuti, Dinas Luar (DL), ataupun diklat. Kami pun dilepas kembali di ruang rapat KPPN Bekasi, tanpa Kasubbag Umum yang sedang DL ke kota Malang. Sesi foto-foto tentunya gak mungkin terlewatkan, khususnya buat kami yang masih mahasiswa ini, yang terkenal emang masih narsis-narsisnya, hehehe..
Gak selesai sampai situ aja! Kami pun diundang lagi untuk datang hari senin pekan selanjutnya! Kalo kata Bu Dwi sih ada rapat konsolidasi dan sinergi antara para alumni STAN di Kantor ini dalam rangka persiapan KPPN Percontohan. Hmmm... berat banget ya bahasanya. Tapi ya tetap aja kami excited banget buat dateng lagi ke kantor ini!


Siapa aja mereka?
1.        Para PD mania, mereka adalah : Bu Yanti, Bu Karti, Mas Leri, dan Pak Sarbini (FO Mania). Middle Officer Bu Wati, Pak Indra, Bu Friza, Bu Meri, dan Bu Ismar.
2.        Para Subbag Umum mania adalah : Bu Siti (Bendahara), Pak Suryo (Pengantar SP2D), Bu Sumi, Bu Sri Sumiyati, Bu Mimin, Pak Mastur, Bu Sarah, Pak Asri, Mba Ria dan Mas Eka.
3.        Para Vera mania : Bu Wiwik, Pak Edi, dan Bu Irma.
4.        Para BGP mania : Bu Dwi, Bu Sri, Bu Mardiyati, Bu Minar, Bu Yayah, Pak Agus, Pak Iwan, Pak Ipul, Pak Marulam.
Bapak Jauhari : Kasubbag Umum a.k.a Plt. Kepala KPPN Bekasi
Bu Endah dan Ady Nugroho - Penyerahan Plakat dari Anak PKL untuk KPPN
Bu Wiwik dan Bu Dwi : Pegawai Narsis, hehehe..

Pak Iwan - Pak Indra - Pak Marulam - Pak Sarbini
Ady Nugroho : PIC KPPN Bekasi
Zahid Apriansyah : Pemuda Cool

Rando Wiratama

Andy Abdurrochim : Raja Galau
Anak PKL bersama Pak Indra, Pak Ipul, Bu Minar, Pak Agus, dan Pak Iwan

Pelepasan Jilid I bersama Pak Ruhiyat, Pak Janner, Bu Dwi, dan Bu Endah

Perpisahan dengan Pak Edi sebelum beliau ke Bandung (Pulkam Mingguan)

Suasana di Ruang Pelepasan Jilid I

Anak-anak PKL di Depan KPPN Bekasi

Masih Sempat Narsis bersama Bu Sarah dan Bu Dwi



Apa Best Mommentnya?
1.        Makan-makan di acara pengajian.
2.        Makan-makan aqiqahan Pak Ruhiyat.
3.        Makan-makan @WaroengSteak ditraktir Bu Dwi, Bu Sarah, Bu Sri.
4.        Makan-makan @BebekPedas ditraktir Pak Ipul.
5.        Ceng-cengan sama Bu Irma dan Bu Wiwik. (gila, di kantor pun bakat saya yang satu ini masih aja bisa berkembang! Hahaha..)
6.        Rapat bersama seksi-seksi dalam rangka IKU, karena jadi ketauan ‘aslinya’, hahaha..
7.        Horor dan getirnya di FO bersama para FO mania PD dan Vera.


Ada yang aneh dari cerita ini gak? Hayo apa yang aneh?
Yap!!!
Gak ada tuh yang namanya Bikin Kopi!
Gak ada juga yang namanya Beliin Kopi di warung!
Tapi tetap ada tugas fotokopi, walaupun gak se-menakutkan yang diceritakan orang-orang.
Siapapun yang pernah bercerita tentang KOPI itu, itu semua Cuma OMONG KOSONG!!! Hahaha...


PKL KPPN BEKASI 171
Seribu Rasa, Sejuta Warna!
Thanks, guys!
Terima Kasih para pegawai dan pejabat KPPN Bekasi 171.

Saya bersama Pembimbing Lapangan, Bu Dwi Setyowati